Tampilkan postingan dengan label kesadaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesadaran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

BERLATIH BERSAMA KELUARGA

Kita hidup di jaman dengan alat komunikasi sedemikian canggih
Informasi melaju cepat... tak terhitung
Namun
Di jaman ini pula...
Komunikasi antara keluarga jadi demikian sulit.

Jika kita tidak dapat membangun komunikasi dg baik,
menghadirkan kebahagiaan di dalam keluarga
sepertinya menjadi hal yang mustahil.

Berlatih bersama,
Untuk mendengar dengan cinta kasih
Untuk berbicara dengan welas asih
Akan membangun kembali institusi agung
sebuah keluarga yang berbahagia.




#Semoga seluruh keluarga dapat saling berbagi
rasa damai dan bahagia, terimakasih Thay.

Selasa, 21 Juni 2011

KECEWA MEMANGGIL KEHADIRAN SEJATIKU

Ketika kita sakit,
karena kecewa
Karena 'saat ini' tak sesuai harapan
Jadikanlah itu sebuah lonceng

Seperti sebuah bell taman kanak-kanak..
teng..teng..teng...teng..
memanggil kita masuk ke dalam.
Dentang pemanggil,
untuk kembali ke kesadaran kita.
Kesadaran agung...
kesadaran penuh cinta
penuh damai bahagia

Milikilah pengetahuan akan keadaan batin kita
sehingga kita bisa tahu kecewa telah tumbuh,
kemudian merawat segala kekecewaan dengan baik,
dan tersenyum menenangkannya,
Kita damai... kita bebas.


#Coretan - Berlatih hadir melihat reaksi ketidaksadaran di dalam diri. Coretan lama yang baru diupload :)

Minggu, 10 April 2011

PASIEN DAN OBAT

Aku sakit keras
lalu
Dokter memberi obat yang menyembuhkan
sayang..
aku, sang pasien tidak meminum obatnya
aku malah sibuk membaca aturan pakainya,
aku begitu sibuk berdebat dengan orang-orang, inilah obat terbaik
obat yang lain buruk, obat yang lain salah! tidak mujarab!
ini obat yang akan menyembuhkan penyakit.
Akhirnya aku sekarat,
namun aku masih bisa berkomat-kamit ini obat terbaik,
satu-satunya obat yang menyelamatkan,
aku promosi saat sekarat
Nafasku tiba-tiba hilang
aku mati!
mati?
aku mati karena satu alasan
lupa minum obat itu.
#Coretan untuk diri sendiri, 10 April 2011.
Aku menulis ini saat aku mulai memandang, tidak ada gunanya berdebat masalah keyakinan. Aku hanya orang buta yang dijelaskan warna biru itu lembut, sedang orang buta yang lain dijelaskan warna biru itu sejuk. Lalu kudapati diriku dengan orang buta itu kemudian berdebat alot tentang warna biru, bahkan saling tonjok. Padahal melihat warna biru saja tidak pernah. Kebutaanku adalah masalahnya, hal ini harus disembuhkan agar bisa melihat bagaimanakah warna biru itu. Saat aku sembuh dari kebutaan, aku akan tahu bahwa biru hanya jelas jika dilihat, jika dialami. Semua memiliki pilihannya masing-masing, yang cocok dengan kebiasaannya, budayanya, pemikirannya. Oh .. aku telah salah, jari yang menunjuk bulan bukanlah bulan.